Untung Berlipat: Distributor Tusuk Sate?

Oleh. Ari Wahyono
sumber: www.netpreneur.co.id

Setelah webblog ini menempati halaman 1 di www.google.co.id. Ternyata banyak telefon dan sms maupun BBM yang menanyakan  beberapa pertanyaan diantaranya:

a. Bisnis Tusuk Sate Bambu di rantai distribusi hingga user manakah yang paling menguntungkan?

b. Bagaimana agar keuntungan berlipat (optimal)?

Saya akan jawab dengan sederhana. Semoga bisa dikaji lebih lanjut.

sumber : www.rentalmobilbox.com

a. Bisnis Tusuk Sate Bambu di rantai distribusi hingga user manakah yang paling menguntungkan?

Bisnis dilakukan agar mendapatkan keuntungan (baca:prinsip ekonomi). Jadi jika bisnis dengan komoditi tusuk sate ini di jalankan sudah barang tentu akan menghasilkan profit. Apakah profit besar? nah ini yang relatif. Profit Besar artinya Volume besar, baik produk, transaksi, dan kebutuhannya.
Yang jelas dari kebutuhan secara sederhana diketahui volume kebutuhannya besar. Darimana diketahui, secara mudah misalkan penduduk Indonesia hari ini 250.000.000 jiwa. jika 3 % nya saja suka sate ayam / kambing maka akan diketahui ada 7.500.000 jika mereka mengkonsumsi tusuk sate setiap bulan hanya 2x maka tiap bulan sudah ada (15 tusuk per porsi x 2 kali per bulan x 7.500.000jiwa ) Tusuk. ada 225.000.000 Tusuk sate. Kalau per Kg isi 1000 tusuk kan kebutuhannya 225.000 kg. Bayangkan jika setiap  pekan mereka makan sate. WOOOOUWWW!!!. Produsen tidak sebanding dengan kebutuhan ini bahkan import tak mampu. Akhirnya banyak user dalam hal ini toko tusuk sate membuat berbagai macam model tusuk sate mulai dari lidi, jeruji besi, lidi kelapa sawit dst.

b. Bagaimana agar keuntungan berlipat (optimal)?

Banyak yang berfikir (baca: yang ditemui penulis) bahwa untuk dapatkan untung besar maka jadilah distributor besar bisa grosir, dan supplier. apakah sepenuhnya benar?. Ternyata jawabannya juga relatif.
Distributor besar yang kirim mengirim tusuk sate dalam volume TON, Hanya mengambil keuntungan Rp.1000,- - Rp.3.000,- artinya dalam 1 TON mereka mengantongi 1-3 Juta rupiah. Apakah ini besar. Nanti dulu. Karena ternyata produk mereka curah.
Mari kita bandingkan dengan seorang pengecer di magelang ini. Sebut saja namanya ANTOK. Ia membeli curah dari distributor dengan harga Rp.13.500/Kg (Hanya ilustrasi) modal Rp.13.500.000,-. Kemudian ia kemasi 300 gram ia jual Rp.6.000,- per kemasan. Biaya pengemasan Rp.150,-/Kemasan.
Dalam 1 TON antok bisa membuat 3030 an kemasan. 1 Ton ia kantongi 3.030 x 6.000 = Rp. 18.180.000,-.
Keuntungannya Rp.18.180.000,- - Rp.13.500.000,- Rp.454.500,- = Rp.4.225.500,-.
Menarik???. Jika si mas ANTOK ini dia bisa habiskan 2 TON sebulan tentu profit kotornya makin besar. Jika dia hanya dibantu 2 orang tenaga kerja masing masing gaji 1 Juta. bayangkan keuntungannya.
Menarik?.

====
Tertarik jari Reseller/Agen : KLIK DISINI!!
FAST respon Hubungi ADMIN atau Ari W 087739210444








Posting Komentar untuk " Untung Berlipat: Distributor Tusuk Sate?"